Pages

Sabtu, 01 Desember 2012


Sesungguhnya
Tak ada sedikitpun niatku
Untuk memasang kembali kaca spion di perjalanan merah jambu ini
Untuk mengintip kembali jalan jalan sebelum sampai kesini
Yang sangat menjanjikan kebahagiaan hidup ini
Bukan aku yang memasang kaca spion itu, kaca itu tiba tiba terpasang kembali kala terlintas deretan huruf membentuk sebutanmu
Akupun tak ingin terlihat seperti lemahnya kapas kala terkena tiupan angin
Akupun ingin menjadi batu karang yang hitam pekat, garang dan kuat
Tetapi aku hanyalah potongan tulang rusak yang mudah sekali rapuh
Aku rapuh karena aku hanya potongan yang belum menemukan pasangannya
Asal kau tahu, mungkin aku aneh, tapi ketika bagian merah jambu dari ku telah kau sentuh, tak semudah itu aku menghapusnya
Kau tahu, sulit sekali, telah kutemukan berbagai macam penghapus, tetapi tak ada yang bisa menghapus sentuhan yang telah kau berikan kepda bagian merah jambu ini.
Kala kulihat kau tertawa riang dengan gagahnya, aku meringis, serasa ada pisau pisau halus yang menyayatku, meyentakku
Bukan, bukan aku sedih melihat kau bahagia, tapi aku miris, miris mengapa aku tak jua kunjung sembuh dan bahagia
Kau orang yang kueja dengan sayang
Terkadang, ingin sekali ku membenci mu, tak menganggap kau ada, ataau bahkan tak pernah ingat kau ada.
Tapi dan lagi lagi tapi, itu bukanlah hal mudah hai orang yang kueja dengan sayang
Sampai sekarang, telah beralalu berpuluh puluh malam, kau tetap di bagian merah jambu ini. Hanya kau di bagian merah jambu ini
Maafkan aku, ternyata luka yang kau berikan di bagian merah jambu ini, tertutup oleh besarnya bekas sentuhan yang telah sebelumnya kau berikan
Maafkan aku, ternyata aku masih dan terlalu...


3 komentar:

Pojok Cviach mengatakan...

really nice posting e? i know what is inside urs. and i can feel this! yes, i do :D

Pojok Cviach mengatakan...

blm bisa move on ---> melvikaanggraini

melvika anggraini mengatakan...

huaaa, thanks a lot shelvia chalista, i will try to move on, but it's so difficult :')

Posting Komentar