Sesungguhnya
Tak ada sedikitpun niatku
Untuk memasang kembali kaca
spion di perjalanan merah jambu ini
Untuk mengintip kembali jalan
jalan sebelum sampai kesini
Yang sangat menjanjikan
kebahagiaan hidup ini
Bukan aku yang memasang kaca
spion itu, kaca itu tiba tiba terpasang kembali kala terlintas deretan huruf
membentuk sebutanmu
Akupun tak ingin terlihat
seperti lemahnya kapas kala terkena tiupan angin
Akupun ingin menjadi batu
karang yang hitam pekat, garang dan kuat
Tetapi aku hanyalah potongan
tulang rusak yang mudah sekali rapuh
Aku rapuh karena aku hanya
potongan yang belum menemukan pasangannya
Asal kau tahu, mungkin aku
aneh, tapi ketika bagian merah jambu dari ku telah kau sentuh, tak semudah itu
aku menghapusnya
Kau tahu, sulit sekali, telah
kutemukan berbagai macam penghapus, tetapi tak ada yang bisa menghapus sentuhan
yang telah kau berikan kepda bagian merah jambu ini.
Kala kulihat kau tertawa riang
dengan gagahnya, aku meringis, serasa ada pisau pisau halus yang menyayatku,
meyentakku
Bukan, bukan aku sedih melihat
kau bahagia, tapi aku miris, miris mengapa aku tak jua kunjung sembuh dan
bahagia
Kau orang yang kueja dengan
sayang
Terkadang, ingin sekali ku
membenci mu, tak menganggap kau ada, ataau bahkan tak pernah ingat kau ada.
Tapi dan lagi lagi tapi, itu
bukanlah hal mudah hai orang yang kueja dengan sayang
Sampai sekarang, telah beralalu
berpuluh puluh malam, kau tetap di bagian merah jambu ini. Hanya kau di bagian
merah jambu ini
Maafkan aku, ternyata luka yang
kau berikan di bagian merah jambu ini, tertutup oleh besarnya bekas sentuhan
yang telah sebelumnya kau berikan
Maafkan aku, ternyata aku masih
dan terlalu...
3 komentar:
really nice posting e? i know what is inside urs. and i can feel this! yes, i do :D
blm bisa move on ---> melvikaanggraini
huaaa, thanks a lot shelvia chalista, i will try to move on, but it's so difficult :')
Posting Komentar